Kelas: xi
pelajaran: sejarah
kategori: proklamasi
kata kunci: proklamasi, golongan tua, golongan muda,
Jawaban pertama: perbedaan pendekatan antara masing-masing golongan (tua dan muda) sehingga menyebabkan perbedaan sudut pandang terkait pelaksanaan proklamasi
Jawaban dua: Peristiwa Rengasdengklok adalah peristiwa penculikan Soekarno-Hatta (golongan tua) oleh Sukarni cs. (golongan muda) dikarenakan diskusi antara kedua golongan menemui jalan buntu.
Penjabaran pertama:
Golongan muda ingin agar Soekarno-Hatta segera melakukan proklamasi mumpung terjadi kekosongan kekuasaan setelah Jepang kalah dari sekutu. Golongan ini menginginkan tanggal 16 Agustus 1945 dilangsungkan proklamasi. Dengan cara demikian, dengan tidak menunggu persetujuan PPKI yang dianggap sebagai boneka bikinan jepang serta menunggu restu Jepang, kemerdekaan (melalaui proklamasi) Indonesia secara simbolik merupakan keinginan sendiri dan bukan hadiah Jepang.
Sebaliknya, golongan tua yang sudah lama berkecipung dalam perjuangan kemerdekaan (Soekarno dan Hatta sudah aktif sejak dasawarsa 1920-an) merasa perlu untuk memertimbangkan secara matang pelaksanaan Proklamasi. Jangan sampai proklamasi itu berakhir konyol. Pertimbangan mereka juga politis. Maksudnya, jangan sampai proklamasi mengganggu kestabilan keamanan. Oleh sebab itu golongan tua ini menunggu respon PPKI dan pemeritahan Jepang.
Penjabarab kedua:
Perbedaan pendapat itu mengalami jalan buntu. Sehingga golongan muda berinisiatif menculik Soekarno dan Hatta pada malam 16 Agustus 1945 dan membawa keduanya ke tangsi TKR di bilangan menteng atau dikenal sebagai Rengasdengklok. Di sanalah golongan muda menekan Soekarno-Hatta. Akhirnya keesokan harinya Soekarno dan Hatta melakukan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di kediaman Soekarno, meski pada malam sebelumnya Sukarni menginginkan proklamasi dilaksanakan di lapangan IKADA atau kawasan Monas. namun pertimbangan Soekarno hal tersebut dapat memancing reaksi tentara Jepang.