Kelas IX
Sejarah
Peristiwa Madiun
Peristiwa Madiun atau dikenal juga dengan istilah Pemberontakan kalangan Sosialis-Komunis jilid II berlangsung pada 18 September 1948 di Madiun. Peristiwa tersebut bermula dari situasi yang bersifat politis, dalam hal ini Kabinet Amir Syarifuddin dibubarkan karena manuver politik Hatta. Oleh sebab itu, Amir Sjarifuddin yang sosialis menghimpun simpatisan sosialis untuk bersatu dalam wadah Front Demokrasi Rakyat (FDR) yang terdiri dari Partai Sosialis Indonesia, PKI, Pesindo, PBI, dan Sarbupri. FDR ini bertujuan untuk menentang kabinet Hatta.
Pada perkembangannya, kalangani FDR ini beraliansi dengan pihak Partai Komunis Indonesia (PKI) pimpinan Muso, yang kala itu baru kembali dari Uni Soviet. Pada 18 September 1948 Muso dan Amir Sjarifuddin bersama kalangan sosialis yang lain memproklamirkan Negara Republik Soviet di Madiun. Gerakan politis ini lantas menjelma sebagai sebuah gerakan yang oleh Orde Baru kemudian dicap sebagai pemberontakan.